Saturday, March 27, 2010

Setan Itu Bernama Israel


Dear Blog ku.

Gerah rasanya hati ini melihat sepak terjang Tentara Israel yang menyerbu pemukiman warga Palestina di Gaza. Tindakan brutal Israel ini memang sudah melampaui batas dan tidak mengindahkan seruan dunia apalagi PBB juag sudah dianggap tidak ada lagi. Israel yang bertindak barbar memang selalu mendapat dukungan politik, dan militer dari Amerika Serikat. Kita semua tau itu. Bahkan Presiden Amerika Serikat, Mr Barrack Obama, yang pernah bersekolah di SD Menteng Dalam itu juga tidak membawa kemajuan apa apa untuk mendamaikan konflik Israel Palestina.

Perlu kita ketahui bahwa Konflik Israel-Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel (atau bahkan seluruh orang Yahudi yang berkebangsaan Israel) memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

Tetapi Siapakah Israel itu?
Israel adalah sebuah negara di Timur Tengah yang dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun pasir Sinai. Selain itu dikelilingi pula dua daerah Otoritas Nasional Palestina: Jalur Gaza dan Tepi Barat. Dengan populasi sebesar 7,28 juta jiwa, Israel merupakan satu-satunya negara Yahudi di dunia. Selain itu, terdapat pula beberapa kelompok etnis minoritas lainnya, meliputi etnis Arab yang berkewarganegaraan Israel, beserta kelompok-kelompok keagamaan lainnya seperti Muslim, Kristen, Druze, Samaritan, dan lain-lain.

Pendirian negara modern Israel berakar dari konsep Tanah Israel (Eretz Yisrael), sebuah konsep pusat Yudaisme sejak zaman kuno, yang juga merupakan pusat wilayah Kerajaan Yehuda kuno. Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa menyetujui dijadikannya Mandat Britania atas Palestina sebagai "negara orang Yahudi".

Pada tahun 1947, PBB menyetujui Pembagian Palestina menjadi dua negara, yaitu satu negara Yahudi dan satu negara Arab.[9] Pada 14 Mei 1948, Israel memproklamasikan kemerdekaannya dan ini segera diikuti oleh peperangan dengan negara-negara Arab di sekitarnya yang menolak rencana pembagian ini. Israel kemudian memenangkan perang ini dan mengukuhkan kemerdekaannya.

Akibat perang ini pula, Israel berhasil memperluas batas wilayah negaranya melebihi batas wilayah yang ditentukan oleh Rencana Pembagian Palestina. Sejak saat itu, Israel terus menerus berseteru dengan negara-negara Arab tetangga, menyebabkan peperangan dan kekerasan yang berlanjut sampai saat ini. Sejak awal pembentukan Negara Israel, batas negara Israel beserta hak Israel untuk berdiri telah dipertentangkan oleh banyak pihak, terutama oleh negara Arab dan para pengungsi Palestina. Israel telah menandatangani perjanjian damai dengan Mesir dan Yordania, namun usaha perdamaian antara Palestina dan Israel sampai sekarang belum berhasil. Menurut hukum negara Israel, ibukota Israel adalah Yerusalem. Walaupun demikian badan PBB dan kebanyakan negara di dunia tidak mengakuinya.


Masa Depan Konflik Israel- Palestina
Maka dari itu, pilihan yang paling realistis dan valuable bagi kedua belah pihak yaitu menempuh kembali jalur perdamaian. Edward W. Said (2002),i ntelektual Kristen-Palestina, memandang tidak ada pilihan lain yang lebih tepat untuk menyelesaikan masalah Israel-Palestina kecuali masing-masing pihak meyakini tentang pentingnya perdamaian secara adil dan menguntungkan kepentingan kedua belah pihak.

Kesepakatan yang relatif maju adalah kesepakatan Annapolis, yaitu perihal solusi dua negara (two-state solution). Kesepakatan ini sebenarnya akan disahkan pada akhir tahun 2008 di masa jabatan George W. Bush. Hanya saja tersandung oleh adu-rudal Israel-Hamas. Maka dari itu, kedua belah pihak harus membicarakan kembali soal solusi dua negara tersebut. Titik-tekannya, kesepakatan yang akan dibuat harus diletakkan dalam konteks menguntungkan kedua belah pihak. Belajar dari kegagalan kesepakatan yang lalu, bahwa Israel kerapkali mendekte mediator, baik AS maupun negara-negara Eropa, untuk menjadikan Israel sebagai pihak yang paling mendominasi.

Ada sejumlah masalah penting yang harus disepakati, antara soal genjatan senjata secara permanen. Kedua belah pihak tidak lagi diperkenankan untuk melakukan penyerangan secara sepihak dengan dalih apapun. Keduanya juga harus mengakui eksistensi wilayah masing-masing, karena hanya dengan cara itulah perdamaian dapat ditempuh. Israel secara de facto adalah negara yang mempunyai dukungan kuat dari AS, negara-negara Eropa dan sebagian besar negara Arab. Sedangkan Palestina juga mempunyai dukungan dari negara Arab, Amerika Latin dan dunia Islam lainnya.

Faktor AS, Iran dan Suriah
Sebenarnya, faktor yang paling dominan dalam konflik Israel-Palestina adalah faktor AS. Sebab seluruh kesepakatan di antara keduanya tidak pernah lepas dari Peranan AS. Sementara AS selama ini hanya merepresentasikan kepentingan Israel dan kerapkali mengabaikan kepentingan Palestina. Intervensi lobi-lobi Yahudi di Senat, Kongres dan Gedung Putih masih sangat kuat.

Pertanyaannya, apakah Obama akan menghadirkan sesuatu yang baru bagi masa depan perdamaian Israel-Palestina? Sejauh ini, Obama menjanjikan perdamaian di Timur-Tengah terwujud, sebagaimana disampaikan melalui Hillary Clinton yang akan menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Hanya saja, publik masih ragu dengan kebijakan politik luar negeri Obama, karena besarnya pengaruh lobi-lobi Yahudi di AS. Terakhir, Israel dan AS menandatangani kesepakatan larangan pengiriman bantuan senjata ke Palestina. Sementara Israel setiap saat mendapatkan suplai persejataan yang paling modern sekalipun.

Di pihak Hamas, ada hal yang amat rumit dalam mencapai perdamaian. Sebab, Hamas bukanlah pihak yang tanpa kepentingan. Ia bersikap keras terhadap Israel, karena selama ini mendapat dukungan dari Iran dan Suriah. Kedua pihak ini adalah negara-negara yang selama ini merasa terancam dengan keberadaan Israel. Meskipun Iran dan Suriah berusaha menutup-nutupi tentang “koalisi terselubung” di antara mereka, tetapi dalam KTT Doha beberapa hari yang lalu publik pun mencium aroma koalisi itu. Ada bau Iran dan Suriah dalam serangan Hamas ke Israel.

Maka dari itu, penyelesaiannya adalah kemandirian dan kemerdekaan politik di antara kedua belah pihak. Palestina harus bisa meyakinkan Hamas, bahwa kepentingan nasional harus diletakkan di atas segala-galanya daripada kepentingan Iran dan Suriah. Pihak Fatah dan partai-partai politik lainnya di Palestina harus mampu meyakinkan Hamas, bahwa ideologi dan tindakan kekerasan bukanlah solusi bagi masa depan Palestina.

Di pihak lain, AS harus mampu meyakinkan Israel, bahwa anak emasnya akan aman di samping Palestina jikalau mampu memastikan bahwa perdamaian yang menguntungkan pihak Palestina akan menguntungkan pihaknya pula.

Semoga


Aku Pernah Jaga Warnet

Dear pembaca Blog kuh.

Pepatah mengatakan "Jangan Lupakan masa lalu". Apa iya begitu?. Setiap orang pasti memiliki masa lalu. Dengan modal kemampuan berbahasa asing yang Alhamdulillah berhasil saya kuasai, saya mengajar dari satu rumah ke rumah yang lain. Dengan menggunakan sepeda pemberian salah seorang teman di komunitas Kajian Masjid Al Muhtadin Untan, gw asyik memberi pelajaran les bahasa Inggris Door To Doo dan menjadi Pemandu Wisata Apa saja yang penting HALAL. Begitu seterusnya.

Dalam perkembangan selanjutnya (masih dalam status "Pengacara" - Pengangguran Banyak cara-Red), gw dengar kalaw Koperasi Mahasiswa (Kopma) Untan lagi buka lowongan Petugas Jaga Warnet yang akan menjaga Warnet Kopma , dan informasi itu juga sampai ke telinga gue. Singkat kata Gw juga mencoba melamar jadi Petugas Jaga Warung Internet satu satunya saat itu pada tahun 1999.

Di sinilah awal mula pertemuan saya dengan Bapak Ganis Sukaryansyah dari Pontianak Post secara tidak sengaja. Selidik punya selidik ternyata warnet tersebut merupakan kerjasama antara Pontianak post dengan pihak kampus Untan. Pihak Untan yang menyediakan lokasi, listrik dan Bangunan, dan Pihak Pontianak Post yang menyediakan perangkat Hardware dan software PC dan lain sebagainya. Singkat cerita (singkat terus hehehehe). Mulailah gw bekerja di Warnet Kopma Untan itu dengan jadwal shift malam. Sedangkan shift siangnya oleh petugas cewe yang bernama Ade Irma. Ntah bagaimana ceritanya, Wak Gan yang ditugasi mengawasi jalannya Warnet itu mengamati gerak gerik saya. Beliau tertarik dan meminta saya keluar dari Warnet bentukan kerja sama itu.

Warnet Kopma Untan sama dengan warnet lainnya. Selalu ada Petugas yang jaga, nah saya juga bekerja sambilan di masa masa sulit "Pengacara" - Pengangguran Banyak cara-Red) itu tadi. Saat itu gw diwawancara dengan satu calon lainnya. Tetapi beruntung calon saya yang satu lagi keterima sebagai Guru kalaw nda salah. Dengan diantar sama Deddie Jaya Kuning gue pun melamar di sana.

Saat itu memang terbetik kabar kalaw Koperasi Mahasiswa (Kopma) Untan lagi buka lowongan Petugas Jaga Warnet yang akan menjaga Warnet Kopma , dan informasi itu juga sampai ke telinga gue. Singkat kata Gw juga mencoba melamar jadi Petugas Jaga Warung Internet satu satunya saat itu pada tahun 1999. Selidik punya selidik ternyata warnet tersebut merupakan kerjasama antara Pontianak post dengan pihak kampus Untan. Pihak Untan yang menyediakan lokasi, listrik dan Bangunan, dan Pihak Pontianak Post yang menyediakan perangkat Hardware dan software PC dan lain sebagainya. Singkat cerita (singkat terus hehehehe).

JAGA WARNET KOPMA : Inilah foto Kenangan waktu bertugas jaga warung internet (Warnet) milik Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Tanjungpura, Pontianak, sekitar taon 2000 an. Maaf fotonya kurang bagus kualitasnya, maklum foto lama. Namun sebagai pelengkap cerita, dirasa lumayan cukuplah. Foto Dokumentasi pribadi.


Mulailah gw bekerja di Warnet Kopma Untan itu dengan jadwal shift malam. Sedangkan shift siangnya oleh petugas cewe yang bernama Ade Irma Kristiana yang asal Bandung itu. Gaji gaji pertama dari Warnet Kopma cukup amat lumayan. 100 persen lebih tinggi dari honor saya mengajar Bahasa Inggris dari rumah ke rumah.

Baru kali inilah masa masa saya 'berkenalan' dengan uang ratusan ribu rupiah. Gw aja masih bengong bengong setengah nda percaya. Satu hal yang sangat mengesankan selama saya bekerja di Warnet Kopma adalah Sumargono. Sebut saja Mas Gono yang bekerja di Wartel bersebelahan dengan warnet. Kami satu gedung sih. Dengan mas Gono inilah saya belajar banyak tentang Agama Islam dan nilai nilai kejujuran , beliau kadang mengkritik kalaw gw lambat bangun pagi untuk mendirikan sholat Subuh di masjid Al Muhtadin Untan yang jaraknya deket bangad.

Kejujuran mas Gono memang tidak dapat diragukan lagi. Pernah suatu seorang pengunjung Wartel yang berlalu begitu saja setelah membayar biaya pemakaian jasa wartelnya. Pengunjung itu ternyata kurang kembalian Rp.50,- (Lima puluh rupiah) yang belum sempat mas Gono sampaikan kepadanya, keburu pengunjung itu berlalu. Saya masih ingat, beberapa hari kemudian pengunjung itu datang lagi untuk memakai jasa Wartel, dan mas Gono mengembalikan recehan Rp.50,- itu kepadanya sambil mengingatkannya bahwa transaksi telepon dia beberapa hari yang lalu masih tersisa Rp.50,- kembaliannya.

Pengunjung itu terkejut seolah tidak percaya ternyata 50 rupiah pun masih sempat dikembalikan kepadanya. Orang itu menggeleng gelengkan kepalanya sambil berucap bahwa uang itu (50 rupiah) sudah lama tidak diingatkannya lagi, dan tidak ada masalah baginya. Sungguh dari hal terkecil ini saya banyak belajar mengenai arti kejujuran itu sebenarnya. Saya harus belajar banyak kepada mas Gono soal Kejujuran yang hakiki dalam hidup.