
Dear Blog ku.
Gerah rasanya hati ini melihat sepak terjang Tentara Israel yang menyerbu pemukiman warga Palestina di Gaza. Tindakan brutal Israel ini memang sudah melampaui batas dan tidak mengindahkan seruan dunia apalagi PBB juag sudah dianggap tidak ada lagi. Israel yang bertindak barbar memang selalu mendapat dukungan politik, dan militer dari Amerika Serikat. Kita semua tau itu. Bahkan Presiden Amerika Serikat, Mr Barrack Obama, yang pernah bersekolah di SD Menteng Dalam itu juga tidak membawa kemajuan apa apa untuk mendamaikan konflik Israel Palestina.
Perlu kita ketahui bahwa Konflik Israel-Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel (atau bahkan seluruh orang Yahudi yang berkebangsaan Israel) memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.
Gerah rasanya hati ini melihat sepak terjang Tentara Israel yang menyerbu pemukiman warga Palestina di Gaza. Tindakan brutal Israel ini memang sudah melampaui batas dan tidak mengindahkan seruan dunia apalagi PBB juag sudah dianggap tidak ada lagi. Israel yang bertindak barbar memang selalu mendapat dukungan politik, dan militer dari Amerika Serikat. Kita semua tau itu. Bahkan Presiden Amerika Serikat, Mr Barrack Obama, yang pernah bersekolah di SD Menteng Dalam itu juga tidak membawa kemajuan apa apa untuk mendamaikan konflik Israel Palestina.
Perlu kita ketahui bahwa Konflik Israel-Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel (atau bahkan seluruh orang Yahudi yang berkebangsaan Israel) memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.
Tetapi Siapakah Israel itu?
Israel adalah sebuah negara di Timur Tengah yang dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun pasir Sinai. Selain itu dikelilingi pula dua daerah Otoritas Nasional Palestina: Jalur Gaza dan Tepi Barat. Dengan populasi sebesar 7,28 juta jiwa, Israel merupakan satu-satunya negara Yahudi di dunia. Selain itu, terdapat pula beberapa kelompok etnis minoritas lainnya, meliputi etnis Arab yang berkewarganegaraan Israel, beserta kelompok-kelompok keagamaan lainnya seperti Muslim, Kristen, Druze, Samaritan, dan lain-lain.
Pendirian negara modern Israel berakar dari konsep Tanah Israel (Eretz Yisrael), sebuah konsep pusat Yudaisme sejak zaman kuno, yang juga merupakan pusat wilayah Kerajaan Yehuda kuno. Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa menyetujui dijadikannya Mandat Britania atas Palestina sebagai "negara orang Yahudi".
Pada tahun 1947, PBB menyetujui Pembagian Palestina menjadi dua negara, yaitu satu negara Yahudi dan satu negara Arab.[9] Pada 14 Mei 1948, Israel memproklamasikan kemerdekaannya dan ini segera diikuti oleh peperangan dengan negara-negara Arab di sekitarnya yang menolak rencana pembagian ini. Israel kemudian memenangkan perang ini dan mengukuhkan kemerdekaannya.
Akibat perang ini pula, Israel berhasil memperluas batas wilayah negaranya melebihi batas wilayah yang ditentukan oleh Rencana Pembagian Palestina. Sejak saat itu, Israel terus menerus berseteru dengan negara-negara Arab tetangga, menyebabkan peperangan dan kekerasan yang berlanjut sampai saat ini. Sejak awal pembentukan Negara Israel, batas negara Israel beserta hak Israel untuk berdiri telah dipertentangkan oleh banyak pihak, terutama oleh negara Arab dan para pengungsi Palestina. Israel telah menandatangani perjanjian damai dengan Mesir dan Yordania, namun usaha perdamaian antara Palestina dan Israel sampai sekarang belum berhasil. Menurut hukum negara Israel, ibukota Israel adalah Yerusalem. Walaupun demikian badan PBB dan kebanyakan negara di dunia tidak mengakuinya.
Masa Depan Konflik Israel- Palestina
Maka dari itu, pilihan yang paling realistis dan valuable bagi kedua belah pihak yaitu menempuh kembali jalur perdamaian. Edward W. Said (2002),i ntelektual Kristen-Palestina, memandang tidak ada pilihan lain yang lebih tepat untuk menyelesaikan masalah Israel-Palestina kecuali masing-masing pihak meyakini tentang pentingnya perdamaian secara adil dan menguntungkan kepentingan kedua belah pihak.
Kesepakatan yang relatif maju adalah kesepakatan Annapolis, yaitu perihal solusi dua negara (two-state solution). Kesepakatan ini sebenarnya akan disahkan pada akhir tahun 2008 di masa jabatan George W. Bush. Hanya saja tersandung oleh adu-rudal Israel-Hamas. Maka dari itu, kedua belah pihak harus membicarakan kembali soal solusi dua negara tersebut. Titik-tekannya, kesepakatan yang akan dibuat harus diletakkan dalam konteks menguntungkan kedua belah pihak. Belajar dari kegagalan kesepakatan yang lalu, bahwa Israel kerapkali mendekte mediator, baik AS maupun negara-negara Eropa, untuk menjadikan Israel sebagai pihak yang paling mendominasi.
Ada sejumlah masalah penting yang harus disepakati, antara soal genjatan senjata secara permanen. Kedua belah pihak tidak lagi diperkenankan untuk melakukan penyerangan secara sepihak dengan dalih apapun. Keduanya juga harus mengakui eksistensi wilayah masing-masing, karena hanya dengan cara itulah perdamaian dapat ditempuh. Israel secara de facto adalah negara yang mempunyai dukungan kuat dari AS, negara-negara Eropa dan sebagian besar negara Arab. Sedangkan Palestina juga mempunyai dukungan dari negara Arab, Amerika Latin dan dunia Islam lainnya.
Faktor AS, Iran dan Suriah
Sebenarnya, faktor yang paling dominan dalam konflik Israel-Palestina adalah faktor AS. Sebab seluruh kesepakatan di antara keduanya tidak pernah lepas dari Peranan AS. Sementara AS selama ini hanya merepresentasikan kepentingan Israel dan kerapkali mengabaikan kepentingan Palestina. Intervensi lobi-lobi Yahudi di Senat, Kongres dan Gedung Putih masih sangat kuat.
Pertanyaannya, apakah Obama akan menghadirkan sesuatu yang baru bagi masa depan perdamaian Israel-Palestina? Sejauh ini, Obama menjanjikan perdamaian di Timur-Tengah terwujud, sebagaimana disampaikan melalui Hillary Clinton yang akan menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
Hanya saja, publik masih ragu dengan kebijakan politik luar negeri Obama, karena besarnya pengaruh lobi-lobi Yahudi di AS. Terakhir, Israel dan AS menandatangani kesepakatan larangan pengiriman bantuan senjata ke Palestina. Sementara Israel setiap saat mendapatkan suplai persejataan yang paling modern sekalipun.
Di pihak Hamas, ada hal yang amat rumit dalam mencapai perdamaian. Sebab, Hamas bukanlah pihak yang tanpa kepentingan. Ia bersikap keras terhadap Israel, karena selama ini mendapat dukungan dari Iran dan Suriah. Kedua pihak ini adalah negara-negara yang selama ini merasa terancam dengan keberadaan Israel. Meskipun Iran dan Suriah berusaha menutup-nutupi tentang “koalisi terselubung” di antara mereka, tetapi dalam KTT Doha beberapa hari yang lalu publik pun mencium aroma koalisi itu. Ada bau Iran dan Suriah dalam serangan Hamas ke Israel.
Maka dari itu, penyelesaiannya adalah kemandirian dan kemerdekaan politik di antara kedua belah pihak. Palestina harus bisa meyakinkan Hamas, bahwa kepentingan nasional harus diletakkan di atas segala-galanya daripada kepentingan Iran dan Suriah. Pihak Fatah dan partai-partai politik lainnya di Palestina harus mampu meyakinkan Hamas, bahwa ideologi dan tindakan kekerasan bukanlah solusi bagi masa depan Palestina.
Di pihak lain, AS harus mampu meyakinkan Israel, bahwa anak emasnya akan aman di samping Palestina jikalau mampu memastikan bahwa perdamaian yang menguntungkan pihak Palestina akan menguntungkan pihaknya pula.
Semoga












